Ijinkan Aku Mencintaimu Diam-Diam

“saya telah pasrah, dalam dekapan sayap-sayap yang rapuh ini. membawa saya kemanapun pergi, mengikuti arah angin. mengikuti musim yang selalu berganti.
saya telah pasrah, untuk mencintai. meski hanya diam-diam.”

dan

“selamat malam sayang
apa kabarmu hari ini?
indahkah harimu atau mendung kelabu seperti hariku?
karena merindumu!
rasanya tak sabar menunggu waktu beranjak
Hah, kuharap waktu mau bersahabat denganku
dan segera membawaku dalam dekapmu
Tapi sudahlah aku tak mau menyita waktumu yg bukan milikku
selamat tidur dan telah kutitipkan dirimu dalam pelukan mimpi yang indah..”

Ketakutanku selalu ada..
takut jauh dari kamu, takut akan kehilangan kamu.
sama halnya kamu takut akan kehilangan orang yang paling kamu sayangi saat ini. tapi lagi2 aku katakan, aku nggak boleh egois! karena pada dasarnya kebahagiaanmu adalah kebahagianku juga.

tetaplah melangkah.. usah kau ragu…
dan tidak usah kau pikirkan aku.

~ oleh ardjuna pada Juli 1, 2008.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: