Aku Belajar Dari Anakku

Lihatlah, anak sekecil itu sudah bisa ikhlas menerima takdirMU ya Rabbi. Lihatlah, anak sekecil itu sudah mengerti indahnya cinta sehingga tak usah ada air mata saat cinta itu bersemi untuk selamanya.

Mulut kecilnya selalu berucap kata. Sehingga kali ini aku benar-benar tak sanggup menahan tangis. Tangisku meledak di dalam hati. Hatiku begitu miris melihat ketegarannya. Yang suatu hari nanti dia pasti menjadi jauh lebih hebat dari pada aku. Dia jauh lebih tegar tatkala menghadapi ibu tirinya nantinya. Dalam hati aku hanya bisa berharap agar Allah memberikan yang terbaik bagi bidadari kecilku ini.

Sementara aku? aku pria dewasa dengan ketololan dan sering mengumbar cengeng yang nggak ada artinya. aku sungguh tidak pantas untuk di samakan dengan bidadari kecilku itu.

saat aku di tinggal ibuku, usiaku jauh lebih matang dari si kecil, sementara dia bahkan belum sempat merasakan kasih sayang dari mamanya.

Tuhan sungguh baik sama aku bukan? tapi kenapa aku masih sering mempunyai rasa cemburu, iri dengki dan bahkan sifat2 jelek lainnya yang semua itu pingin aku singkirkan dari kehidupan nyataku.

Tapi terkadang keegoisanku sungguh mengeras bagai batu yang susah aku hancur leburkan.

Apakah kita masih berpegang erat pada sesuatu yang jelas Tuhan ingin kita lepaskan?

Mungkinkah kita masih berpegang pada sesuatu yang tidak benar, kebiasaan-kebiasaan buruk atau cara hidup yang jauh dari Tuhan dan amat sangat susah meninggalkannya?

Memang apa yang ada di dalam tangan Tuhan kita tidak mengetahui, namun percayalah… Dia tidak akan pernah mengambil apapun dari kita tanpa menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih indah dan berharga!

Sayang… Aku tidak ingin pisah dari kamu…

Jadilah selalu Bidadari kecilku yang setiap saat dapat menjadikan titik balik dan juga pegangan dalam hidupku. agar aku bisa selalu belajar dari ketabahan dan juga keiklasan yang selama ini kamu rasakan dan lakukan.

BabyI Love You Forever

~ oleh ardjuna pada Februari 22, 2008.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: