Bangkit Dari Keterpurukan

Ada beberapa hal yang sering aku renungin akhir-akhir ini, bahwa semua kejadian yang aku alami adalah sebuah proses pembelajaran. Tidak ada yang salah tidak ada yang benar, semua hanyalah bagian dari alur untuk menjadi lebih dewasa.

Semuanya hanyalah proses, sebuah proses, bagian dari warna kehidupan. Aku menyayangi semua yang berada di sekelilingku, yang pernah berbagi waktu dan tawa denganku, tangisan dan ketakutan, keegosian, kenakalan, kejujuran dan kebohongan.

Dari semua itu, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, semuanya hanyalah usaha untuk mengambil pilihan terbaik untuk menjalani hidup. Aku juga tidak benar, namun juga bukan berarti aku salah. Penasehat-penasehat terbaikku memberi sebuah solusi untuk pendewasaan diri, mereka mengajariku, dan menuntunku. Seorang dari mereka menasehati aku untuk menjaga diri lebih baik.

Menjaga pikiran, ucapan dan perbuatan demi orang lain, terlebih lagi demi diri sendiri. Aku juga menyadari segala sesuatu diluar diri ku bersifat netral, akulah yang memberi nilai pada mereka. Yang terpenting adalah membiarkan segala proses itu mengalir dan berlalu, hilang dan lahir kembali sebagaimana adanya, begitupun seterusnya.

Jika mencari-cari kesalahan diluar diriku, aku tidak menemukan sebuah penyelesaian, tapi ketika berusaha melihatnya dalam diriku, aku menemukan sebuah perbaikan, pendewasaan dan kebijaksanaan dalam hidup. Setelah merenungi kembali kumpulan naskah – naskah putih hitam hidupku, semuanya kembali ke titik nol lagi, masa lalu sudah lewat namun berterima kasihlah padanya, masa yang akan datang belumlah ada kepastian, masa sekarang adalah kebenaran yang pasti.

Aku berterima kasih pada setiap orang yang berada disekitarku, aku menyayangi dan mendoakan yang terbaik untuk mereka, bukan untuk mereka tapi untuk aku. Yang terpenting bagaimana bisa mengenali diri sendiri, kebaikan maupun keburukannya. Pembuktikan terhadap diri sendiri adalah yang terjujur dari semuanya. Kita adalah hakim, jaksa dan sekaligus terdakwa, bukan masalah pembenaran namun masalah proses pembelajaran. Titik nol…..?!Best Choice to start again I guess.

~ oleh ardjuna pada Februari 21, 2008.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: