Bakti Sosial

Kemerin jam 9 pagi, aku sudah di sibukan dengan kegiatan liputan untuk meliput salah satu kegiatan seputar bakti sosial yang di laksanakan oleh perusahaan tempat aku bekerja. dan kali ini Donor Darah adalah rutinitas yang setiap 6 bulan sekali rutin di lakukan perusahaan yang bekerja sama dengan PMI sebagai bukti karyawan santun dalam bahasa, sopan dalam etika dan berbagi dalam sesama.

Karena masih banyak dari pendonor yang belum datang, maka setelah acara photo2 dengan petugas donor, aku di beri kesempatan untuk terlebih dahulu mengisi form kesediaan menyumbangkan darah, di susul dengan penimbangan berat badan, dan Gleekk!! berat badanku naik lagi.. program diet dan puasa senin kamis ku nggak berhasil juga neh ternyata!! he3x….
setelah proses timbang berat badan selesai, aku langsung menuju meja yang di belakangnya sudah berjajar petugas PMI yang dengan muka dan expresi melayani siap untuk mengambil sample darah dari jari tengah tangan kananku.

“Sedikit sakit ya mas.. tapi nggak papa koq, kaya di gigit semut doank” kata salah satu petugas yang namanya tidak sempat aku baca dari ID Card yang menempel di dekat saku kemeja yang di kenakannya. ini bukan pertama kalinya kau menyumbangkan darahku. dan setelah proses ini, proses yang menentukan apakah darahku layak untuk di jadikan donor bagi orang yang membutuhkan, bahasa dokternya seh aku sendiri kurang paham, tapi jika aku perhatikan dari tadi, darah yang bagus dan bisa menjadi pendonor adalah darah yang saat dimasukan dalam cairan kimia akan tenggelam, sementara yang darah kurang bagus karena bisa di sebabkan kurangnya istirahat bagi pendonor, atau hemoglobinnya rendah maka darah akan mencar dan berbaur dengan cairan kimia tersebut.

Wuihh.. aku lolos!! itu tandanya aku sehat!! tidak seperti 6 bulan yang lalu!! waktu itu aku nggak bisa donor karena dengan alasan kurang tidur!! (iya seh memang!! nggak bisa tidur karena mikirin utang bayak) he3x.. bukan berarti sekarang lolos karena cukup banyak tidur dan utang lunas, cuma bedanya sekarang di pake buat santai aja!! jangan di jadikan beban! orang hidup kalo nggak punya masalah, justru harus dan wajib di pertanyakan, he3x.. pinter banget ngelesnya!!

Dengan demikian aku langsung menuju tempat tidur yang dapat di pasang copot degan mudahnya. bisa dikatakan mirip dalam barak pengungsian saat bencana. di ranjang darurat tersebut darah segarku di ambil beberapa CC, aku hanya berdoa, mudah2an darah tersebut bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya ya Allah!!!

Proses pengambilan darah selesai, dan moment yang satu ini moment yang paling aku tunggu-tunggu dan mengasyikan!! kalo bahasa anak kost mah, perbaikan Gizi.. ada susu hangat plus nasi lengkap dengan lauk pauknya, yang memang sebelum berangkat kantor tadi, aku blm sempet sarapan! wuihh.. serasa nikmat banget.. sampai tak sadar aku berada di ruangan situ sudah banyak pendonor lain yang mengantri untuk segera berbagi dengan sesama.

Dan akhirnya jiwa Jurnalist ku muncul dan kembali menyatu dalam raga, dan segera aku panggil camerament dan 3…2…1 “action”

~ oleh ardjuna pada Januari 24, 2008.

Satu Tanggapan to “Bakti Sosial”

  1. walah… aku ndak pernah di ijinkan untuk donor😦

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: