Jujur Karena Terpaksa

Hari ini entah aku melakukan kesalahan lagi atau gimana, akupun tak tahu. Yang pasti perasaan gundah dan juga sering uring-uringan nggak jelas seperti ini muncul lagi dan akhirnya orang yang aku paling hargai dan hormati pun harus menerima makian serta omongan keras dan lantang dariku.

Maafkan aku.. sekali lagi maafkan!!

IYA.. aku memang tadi marah sama kamu, aku juga sangat amat kesel sama kamu? Karena memang kamu nggak jujur sama aku. Itu doank koq.. jadi wajar kalo aku sempet emosi banget sama kamu. Kamu tuh sekarang beda!! Nggak biasanya kamu bisa berbohong sama aku, Cuma akhir-akhir ini sering banget kamu nutup-nutupi keseharian kamu dari aku, kamu jalan sama siapa, kemana, dimana, ngapain aja dan sesering apa? Dulu selalu kamu certain ke aku… tapi sekarang??? NGGAK!!

Sekali lalai dan luput dari pengawasanku, ternyata kesalahan fatal yang aku takutkan dari kamu terjadi sama kamu juga kan? Aku nggak mau kamu terjerumus terlalu dalam lagi di lembah nista yang pernah kamu langgar dari awal komitmen kita. Itulah yang sekarang bikin aku tambah nggak bisa percaya kamu lagi, saya nggak tenang sebelum kamu bener-bener janji sama aku untuk tidak mengulanginya lagi sampai semua waktunya nanti tiba.

Entah saat ini apa yang ada dalam pikiran kamu tentang prilakuku ini, kamu merasa terkekang, kamu merasa terlalu di protect, atau mungkin kamu memang merasa nggak punya harga diri sekalipun di depan banyak orang atas perhatian berlebih dari aku. Aku nggak perduli. Semua aku lakukan demi kebaikanmu!! Karena kamu tahu… betapa berartiya kamu dalam hidupku. Aku hanya ingin yang terbaik buat kamu, itu saja koq!! Apa aku salah? Apa aku berlebihan menurut kamu??

Aku yakin… suatu saat nanti, saat kamu tahu apa tujuan sesungguhnya dari apa yang aku lakukan saat ini terhadapmu, kamu pasti akan mengangguk dengan yakin dan puas atas apa yang aku lakukan sekarang. Semua hanya perlu proses dan waktu. Ucapan terimakasih yang tulus dari hati dan senyum yang mengembang dari bibirmu akan aku degar pada saatnya nanti. Aku yakin itu….

Jadi… tolong selalu berkata jujurlah sama aku, sepahit apapun itu!! Aku akan mencoba mengerti dan memahami. Karena apa yang aku lakukan saat ini, nggak lain dan nggak lebih ubahnya semua berkat dari bimbingan dan juga inspirasi yang aku dapat dari kamu.
Kamu hancur.. maka aku akan lebih hancur… jadi tolong jangan bikin aku remuk redam dalam patahan pipih dan serpih.

~ oleh ardjuna pada Desember 28, 2007.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: