Kesedihanku

Air Mata Kesedihan

Kalo kamu tanya ke aku, kapan aku terakhir menangis?
Maka aku jawab sabtu kemaren.
Kalo kamu tanya, kapan aku merasa tersiksa dan dunia terasa akan berakhir bagiku?
Maka sabtu kemarenlah jawabku.
Kalau kamu tanya apa yang terjadi hari sabtu kemaren padaku?
Saya akan jawab matilah AKU.

KARENA JARAK INI …
AKU SUNGGUH TIDAK BISA MENYENTUHMU, MEMBIMBINGMU DAN MENGAWASIMU DI SETIAP DETIK DAN WAKTU.
AKU CUMA BISA MEMBAYANGKANMU……
ATAS KEJADIAN ITU…
DISITULAH LETAK KESEDIHAN TERDALAMKU SAAT INI.

Aku di buat menangis tragis oleh orang terpenting dalam hidupku.
Aku juga membuat air mata orang yang aku kasihi mengalir dengan deras di pipinya.

Ya Allah… Ampuni Aku dan Dia.
walaupun aku sangat kecewa dan terluka atas perbuatannya, tapi jujur dalam lubuk hati paling dalam. aku masih menyayangi dia. aku masih membutuhkannya, aku masih berharap jadi orang yang pertama dan utama dalam kehidupannya.

Andai engkau tahu, CINTA terbesar yang aku telah siapkan untukmu.
Andai engkau tahu, Kasih Sayangku tak akan berubah oleh lekangnya waktu.
Andai engkau tahu, Aku sangat berharap engkau nantinya yang bakal menemaniku sampai aku tidak kuat lagi.

Aku bersyukur.. teramat bersyukur ke hadirat Ilahi kerana masih dipanjangkan umur sehingga mampu menarik nafas setakat ini.. dan jujur, belum lama saya hobby menulis blog seperti ini, mungkin tiada masa atau aku memang tak suka mengarang…Aku ingin meluahkan sekali lagi kesedihanku di sini bukanlah untuk dijadikan tatapan ramai, tetapi dengan meluahkannya dalam bentuk tulisan mungkin bisa-bisa dapat mengurangkan kesedihan dan ketegangan yang melanda jiwaku… Jiwaku tak henti-hentinya dilanda ujian besar setakat ini..

Syukurku kepada Allah kerana ujian-ujianNya ini adalah tanda Allah menyayangiku.. Mungkin aku terlalu alpa ataupun setidak-tidaknya untuk menguji keimanan di jiwa kerana selalunya hanya mulut yang seringkali mengucapkan kalimah syahadah dan rukun-rukun Iman sedangkan ia masih belum teruji di hatiku..

Aku merasakan kasih sayang yang bertimbun di jiwaku satu persatu ditarik… Ditarik supaya aku rebah dan akhirnya hancur sendiri… Dan sehingga hari ini aku terus mencari kasih sayang yang benar-benar abadi… Abadi dan tiada lagi ada kata putus dan perpisahan.. Aku harus mencari kasih sayang Ilahi dan membiarkannya terus di hati hinggalah saat kiamatnya diri ini…

aku yakin kamu bisa merasakan kesedihanku juga kangenku ini ..
please .. jagalah hatiku .. jangan buat aku menangis seperti ini lagiii ..

Andai saja kau tahu…
aku ingin menjadi bunga di hamparan padang nan luas.
aku ingin menjadi setitik embun penyegar dahagamu.
Aku ingin menjadi angin semilir pelepas dahagamu…
aku ingin menjadi bintang yg bersinar dilangit, agar dapat kau pandangi.
aku ingin menjadi lentera agar kau tak tersesat dalam kegelapan.
aku ingin menjadi selimut hatimu di kala kau sedang galau…
aku akan ada buat kamu untuk selamanya.

aku selalu merasa sunyi, aku merasa kehampaan dalam jiwaku, kadang aku merasa kehilangan saat aku mendapatkan sesuatu, kadang aku merasa menemukan, saat aku kehilangan, kadang aku meneteskan air mata kepedihan saat aku tersenyum, kadang aku tersenyum, saat aku berada di ruang penyesalan dan biduk kehampaan dalam jiwaku.

Aku tahu, tapi Aku tak mengerti…!!!
Aku tahu ini takdirku, ujian demi ujian telah aku jalanin, cobaan demi cobaan telah Aku lalui, namun Aku tetap terpuruk dalam kesedihanku.

Aku tak mengerti, kenapa harus aku…???
Aku tak pernah merasakan indahnya hidupku, manisnya cintaku.
tak pernah ada yg mau menghapus air mataku, aku sendirian… aku kesepian…

mengapa jiwa ini terlalu rentan dan rapuh,
ingin rasanya aku mengakhir hidup ini,
tapi aku juga tak mampu menolak takdir dan kodrat illahi.
kadang aku sangat mudah percaya pada sesorang,
kadang pula aku sangat mudah di tipu sesorang itu.

Kalau aku pergi.. siapa yang akan menjaga dia kelak?
Siapa yang akan membantu dia saat dia membutuhkanku?

Satu-satunya alasan kenapa aku masih bertahan sampai saat ini adalah dia dan bidadari kecilnya yang selalu akan ada dalam jiwa dan ragaku sampai aku tutup usia.

Tuhan..
Tolong kuatkan aku,
Tolong bimbing aku, dan
Tolong lancarkan jalanku untuk pengabdianku terhadapnya.

~ oleh ardjuna pada Desember 17, 2007.

Satu Tanggapan to “Kesedihanku”

  1. Ketika hatiku nelangsa mengharapkan dia membutuhkanku
    Ketika asaku bergejolak untuk selalu ada untuknya
    Embun pagi membangunkanku dari kesemuanku sendiri
    Angin malam bersemilir mesra dan menyadarkanku bahwa diamku adalah sungguh berarti baginya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: