Puisi Terakhirku

Berhenti Berharap

Penaku menari di secarik lontar
Mengukir untaian kisah
Terpahat rapi, sebagai prasasti yang maha tinggi

Kamu adalah lakon utamanya
Begitu hidup, sedekat hembusan nafas
Yang terhirup di setiap jengkal langkahku

Ini …
Adalah kisah pamungkas dariku
Untukmu …
Yang tak pernah bisa memahami
Arti hadirku di sisimu

Aku lelah duduk menanti
Mengharap buram berganti terang
Mengayam mimpi dalam angan-angan

Masaku untukmu telah kuselesaikan
Hasratku sudah terkubur
Jauh … bersama remukan kalbuku

Kini, ku kan melangkah menjauh
Mengikis jejakmu di hidupku
Menghapus luka batin bersama ratapku

Sampai akhirnya, tinta ini kan berhenti menetes
Di satu kalimat yang bertitik !

Dan jika saat itu tiba,
Usai sudah tuturan cerita dalam pentas termegahku
Menyisakan teraan petuah di ujung lontar :
“Aku sudah berhenti berharap”

~ oleh ardjuna pada Desember 6, 2007.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: