Kring..kring… Hallo Bro.. mau ikut gw liputan gak? kebetulan  gw ada liputan untuk Program KEJAMNYA DUNIA Progran TRANS TV di daerah Tangerang!! kan satu arah dengan arah rumah loe kan? terdengar suara nrocos di sebrang HP yang aku tempelkan di kuping saat itu, Boleh.. tapi loe jemput gw dulu di kampus ya?!! Ok nggak masalah jawab sigap sang reporter yang sudah berteman dengaku sejak aku masuk di Fakultas Komunikasi ambil jurusan Broadcasting!

Mobil Xenia berlogokan TRANSTV tidak lama kemudian telah berada di halte depan kampus. Bro.. keburu hujan neh, yuks cabut!!!

setelah melewati tol merak jakarta dan keluar tol serpong, sampailah kami berada di tempat tujuan. walaupun aku tinggal di serpong, tapi baru kali ini aku menginjakan kaki saya di daerah tersebut.

Astafirullah.. ya allah!! terkejut bukan kepalang, setelah aku dan sang reporter di sambut dengan tuan rumah yang akan menjadi peran utama dalam program  Reality Show tersebut.

raut muka yang sudah usang, tapi aku bangga dengan semangat yang ada dalam dirinya!!

Dia lahir cacat, tanpa kedua belah tangan. Semua anggota keluarga
menganggapnya aib sampai sampai ingin membuangnya kesungai … kecualiibunya. Dengan terpaksa, ibunya menitipkan anaknya kepada tetangganya.
Anggap saja namanya adi, hidupnya penuh perjuangan dibawah bimbingannenek angkatnya. Terutama bagaimana dia membiasakan diri beraktifitas dengan kedua belah kakinya. Seringkali dia dianggap tidak sopan oleh para pembeli saat menjaga warung neneknya karena memberikan uang kembalian dengan kakinya, dan mereka seringkali hilang marahnya saat adi berkata “maaf, saya tidak punya tangan”.
Beranjak dewasa dia bekerja sebagai pengawas pabrik dan pada akhirnya memutuskan bekerja sendiri sebagai pemulung sampah. Memunguti gelas plastik dan hal lainnya, membersihkan, merapikan lalu dijualnya kembali.
Cukup mengesankan apa yang dia peroleh dari ketekunannya bekerja
seperti itu. Dia memiliki rumah kecil daerah tangerang bersama istri
dan 2 orang anak, dimana didalam rumah itu terdapat tv, kulkas, dapur, dan semua peralatan yang memadai dan masih terlihat baru.
Adi yakin bahwa sukses itu memerlukan harga yang harus dibayar. Hasil tabungannya kini mulai diarahkan untuk modal usahanya membuat toko makanan suatu hari nanti.
Saat saya melihat tekad dan hasil jerih payahnya hingga hari ini, saya
yakin dia akan bisa mewujudkan impiannya.
Bagaimana dengan kita?

~ oleh ardjuna pada November 15, 2007.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: