Alasan Kenapa Jatuh CINTA

•November 12, 2008 • 2 Komentar

Yakin dech, bahkan berani tarohan kalau cinta nggak pernah pandang strata, bahkan kita suka lupakan logika. Buat pacar, sahabat dan kerabat dekat, cinta itu putih. Kita ngga’ bisa menggunakan angka-angka untuk urusan hati. Pahit, manis, asem, asin, semua terasa legit di lidah, kalo’ sudah berurusan dengan yang namanya cinta.

Pernah ngga’ kamu tiba-tiba berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, mata ngga’ sanggup melihat lawan bicara, bahkan wajahpun bersemu merah, karena malu. Yup ! itu tandanya kamu sudah jatuh cinta.

” Jika cinta memanggilmu, ikutilah walau jalan berliku “
Sepotong karya sastra dari Kahlil Gibran ini, mengingatkan kita bahwa semua orang didunia ngga’ akan luput dari proses jatuh cinta. Semua orang akan menemukan dan melewatinya. Potensi itu sebenarnya sudah ada sejak seseorang dilahirkan. Maka jangan heran kalo’ adikmu yang masih Preschool bilang kalo’ ia suka ama temannya. Hanya saja, potensi itu bakal keliatan banget saat usiamu memasuki pubertas. dalam psikologi perkembangan, masa ini dibilang sebagai masa peralihan dari kanak-kanak ke remaja.

Yach … itulah cinta, abstrak tapi dapat membuat segala sesuatu terasa lebih indah dan bermakna. Love Is Like Wind, We Cannot See It But We Can Feel It … (ciee.. sok ngerti bahasa inggris aja gw) :)

Lanjutkan membaca ‘Alasan Kenapa Jatuh CINTA’

Hidup Sepi Seorang Lajang

•Oktober 21, 2008 • 7 Komentar

Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai di sudut mata. Pedih dan sedih silih berganti kunjung mengunjungi. Pupus segala harap, melukai semua impian yang kadang memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan.

Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas sekelebat bayang. Disibaknya kegelapan, namun entah dimana ia berada. Kecewa, hingga guratan keresahan menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang menusuk-nusuk, membuat kedukaan semakin berat, hingga menghujam akal dan aqidah. Air mata semakin deras tumpah, lelah tubuh pun mencoba rebah. Namun jiwa ini lemah, mata air di telaga yang coba dibendungnya kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hingga membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.

Cinta…
Entah berapa banyak pahlawan yang tercipta karenanya, namun cinta juga kadang melahirkan para pecundang. Ia laksana kobaran api yang berasal dari setitik bara, menyuluh, namun dapat pula membakar. Impian cinta membuat hati dan raga terselimuti bahagia, hingga memompa harapan yang keluar masuk melalui butiran darah. Mengharapkan seseorang yang siap mendampingi saat tawa dan air mata, hingga terbentang siluet istimewanya seorang wanita yang telah menikah, mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut kasih sayang.

Lanjutkan membaca ‘Hidup Sepi Seorang Lajang’

Jalan Hidupku Adalah Pilihanku

•Oktober 21, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI

Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna.

Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku.

Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik bagiku menurutku belum tentu yang terbaik menurut Alloh. Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri.

Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Alloh menyelimuti segalanya, Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya.

Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku.

Lanjutkan membaca ‘Jalan Hidupku Adalah Pilihanku’

Doa & Pintaku Untuk Hari Ini

•Juli 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pagi ini ketika aku melangkahkan kaki keluar rumah.

Ya Allah, aku memohon bisa bahagia dengan orang-orang yang aku temui
hari ini. Aku juga memohon bahwa mereka juga bahagia dengan keberadaanku. Semua kuserahkan pada-Mu, sehingga tidak perlu ada
khawatir dan ketakutan. Karena aku yakin, setiap harinya akan selalu ada
kejutan-kejutan indah untukku. Semoga aku dan orang-orang disekitarku
dapat saling belajar dan saling memberi manfaat.

Ya Allah, maafkan aku jika beberapa hari ini aku rapuh dan selalu mengeluh. Tapi mulai pagi ini, aku seharusnya bersyukur dengan semua
nikmat yang tidak bisa aku hitung. Aku masih bisa bernafas, masih bisa
berjalan, masih bisa memainkan jariku di atas tuts hitam keyboard ini.

Mohon jauhkan aku dari berkeluh kesah, kesempitan pikiran, kekotoran
hati dan dari kemalasan tubuh ini.

Lanjutkan membaca ‘Doa & Pintaku Untuk Hari Ini’

Arti Mencintai Seseorang

•Juli 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih sakit, bila mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu dia apa yang kamu rasakan.

Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu dengan yang tepat. Jadi ketika! kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut.

Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantis dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka. Tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita.

Lanjutkan membaca ‘Arti Mencintai Seseorang’

Bandung… Kami Datang Untukmu

•Juli 11, 2008 • 1 Komentar

Wak..kak..kakk.. kesibukan kerja dan kegiatan yang teramat sangat lumayan sibuk menjadikan proses hobby memainkan jariku di atas tuts hitam keybord untuk menulis agak sedikit terhambat. dalam hal ini banyak yang menagih dan bertanya serta menanti oleh2 berupa cerita di dalam blog ardjuna ini.

Kisah ini terekam dalam memory dan juga langkah dalam hidupku tanggal 5 juli 2008 silam.
pagi buta pukul 4.30 saya menantang mata kantuk saya untuk segera beranjak bangun dari tempat tidur dalam rumah kost-ku, mandi pagi dan sholat subuh adalah hal utama dan pertama yang aku lakukan, (alarm dari paman Je’ selalu mengingatkan sholat, memang sudah aku set dalam HP) setelahnya aku harus berangkat ke kantor karena pagi itu, saya harus datang lebih awal karena tergabung dalam team panitia Tour Bandung tepatnya di Sari Ater.

Perjalanan dari jakarta menuju sariater bandung lumayan agak melelahkan juga, dan saat menjadi MC.. sebelumnya saya melakukan performance dengan menyumbang satu buah lagu dengan satu title “Semua Karena Cinta” lagu yang dulunya di lantunkan oleh pemenang Indonesian Idol “Joy Tobing & Delon”. di hadapan peserta tour sekitar 3500 orang lebih. dalam HUT Perusahaan ini, kita bagi2 Door Prize 8 Unit Sepeda Motor dan hadiah hiburan menarik lainnya.

Acara Selesai, peserta lain tengah asik menikmati pemandangan sekitar, saya menunggu dan tidur dalam bus karena sebelumnya sempet teriak2 selama 3 jam Non Stop dengan kondisi panas yang teramat sangat. pukul 3 sore pulang dari sariater, saat bus peserta lain melaju dengan kencang berarak-arakan menuju jakarta, team panitia dengan santainya mampir ke warung makan Abah Baba, nasi Timbel yang saya pesen sangat Luar biasa enak.. next time wajib mampir lagi!! he3x..

Lanjutkan membaca ‘Bandung… Kami Datang Untukmu’

Ijinkan Aku Mencintaimu Diam-Diam

•Juli 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“saya telah pasrah, dalam dekapan sayap-sayap yang rapuh ini. membawa saya kemanapun pergi, mengikuti arah angin. mengikuti musim yang selalu berganti.
saya telah pasrah, untuk mencintai. meski hanya diam-diam.”

dan

“selamat malam sayang
apa kabarmu hari ini?
indahkah harimu atau mendung kelabu seperti hariku?
karena merindumu!
rasanya tak sabar menunggu waktu beranjak
Hah, kuharap waktu mau bersahabat denganku
dan segera membawaku dalam dekapmu
Tapi sudahlah aku tak mau menyita waktumu yg bukan milikku
selamat tidur dan telah kutitipkan dirimu dalam pelukan mimpi yang indah..”

Lanjutkan membaca ‘Ijinkan Aku Mencintaimu Diam-Diam’

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.